20 Saat Teduh Kreatif untuk Anak PMK

Saat Teduh, suatu disiplin rohani yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Meskipun pada waktu itu, Yesus lebih sibuk dari CEO saat ini, tetapi Ia tidak pernah lalai dalam berelasi kepada Bapa. Markus 1:35 tertulis bahwa ,"Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana." Sungguh teladan yang sempurna.

courtesy of hollyhierman.com

Dulu ketika baru pertama kali lahir baru, kakak PA saya pernah berkata bahwa orang Kristen perlu bersaat teduh. Pada waktu itu, saya ngeblank banget karena sama sekali tidak tahu menahu apa itu saat teduh maupun bagaimana cara melakukannya.

Seiring bertumbuhnya kehidupan rohani, semakin mengenal apa itu saat teduh dan rutin melakukannya. Namun tidak jarang, melakukan saat teduh dengan cara yang sama setiap harinya bisa menyebabkan rasa bosan dan enggan untuk bersaat teduh.

Supaya kalian tetap semangat dan rajin bersaat teduh, manajemenpmk akan memberikan kalian 20 cara kreatif melakukan saat teduh yang asik dan bermanfaat.

1. Imaginasi
Cerita-cerita yang bersifat narasi contohnya seperti kitab Kejadian, Keluaran, Yosua, Injil, Kisah Para Rasul dan lainnya. Ceritanya menggambarkan bagaimana keadaan tokoh, percakapannya dengan Tuhan, masalah-masalah yang dihadapi. Narasi berbeda dengan kitab puisi seperti Mazmur, Kidung Agung dan kitab surat seperti Roma, Korintus dan sebagainya.
Dengan membayangkan, maka kita akan merasakan apa yang tokoh tersebut rasakan. Abraham ketika diperintahkan oleh Tuhan untuk mengorbankan Ishak di Tanah Moria. (Kej 22). Bayangkan pergumulan seberat apa yang Abraham rasakan pada saat itu. Keesokan harinya, ia akan berharap agar tidak bangun daripada harus melihat anak satu-satunya dari Sara mati di tangannya. Ketika Abraham membelah kayu untuk korban bakaran, hatinya terasa sangat berat. Ingin sekali waktu berjalan lebih lama namun apa daya ia tetap harus memenuhi kehendak Tuhan, dan seterusnya.

Berbeda jika hanya dibaca sepintas maka bacaan tersebut mungkin tidak akan terlalu mengena dan akan lebih gampang dilupakan. Akan tetapi jika dirasakan, diimajinasikan maka cerita tersebut akan lebih lama tersimpan dalam memori kita.

2. Visit The Nature
Mana yang lebih sering Anda rasakan. Suasana alam yang tenang atau suasana keramaian yang hiruk pikuk? Pertanyaan tersebut tidak perlu lagi dijawab, nenek-nenek juga tahu jawabannya.
Alam memang Tuhan ciptakan selain untuk menunjang kehidupan manusia, juga untuk memberikan manusia sebuah wahyu umum. Wahyu umum adalah wahyu yang diberikan kepada seluruh umat manusia untuk dapat merasakan bahwa Tuhan itu ada terlepas dia adalah umat pilihan atau bukan.

Alam adalah bukti nyata bahwa Tuhan itu ada. Saat teduh dengan menikmati alam adalah hal yang menyenangkan. Hari-hari yang kita lewati seringkali diisi dengan hirup pikuk kehidupan kota besar. Otomatis jika dapat keluar sejenak maka dapat memberikan semangat yang baru. 

Bersaat teduh dengan menikmati alam dapat dilakukan pada momen-momen khusus seperti retreat, tamasya, perjalanan rohani atau bahkan ketika menjalani rutinitas kita yaitu dengan menikmati jam-jam pagi di luar rumah ketika orang-orang belum bangun.

Saya sendiri paling terpesona ketika malam hari tiba dan menatap langit sambil memuji kebesaran-Nya. Bintang-bintang dan bulan yang menghiasi langit tidak jarang membuat saya berdecak kagum. Benda-benda langit yang tidak terhitung banyaknya. Benda-benda langit yang menyimpan jutaan misteri.

Tidak akan pernah saya berhenti mengucap syukur dan memuliakan nama-Nya.


3. Tempat Saat Teduh yang Berbeda
Biasanya kita bersaat teduh di kamar dengan pemandangan yang tidak berubah. Tentunya jika dilakukan terus menerus dapat membuat kita merasa jenuh.

Tempat saat teduh yang berbeda kedengarannya mengasyikkan. Kesempatan ini dapat muncul apabila Anda sedang mengikuti retreat.

Suasana retreat yang dikelilingi oleh alam memberikan semangat baru yang mungkin tidak akan ditemukan di kota besar. Bersaat teduh dengan menikmati alam adalah salah satu cara untuk lebih memuji Tuhan dalam keagungannya.

Selain retreat, kita juga bisa dengan sengaja mencari lokasi baru untuk bersaat teduh seperti di rumah doa. Carilah tempat yang memang dapat mengakomodir kita untuk bersaat teduh.  Tempat itu sebaiknya bukan tempat wisata yang ramai pengunjungnya. Tentunya adalah tempat yang bebas dari keramaian.

4. Bersaat teduh 7 menit
Teknik ini baik dilakukan jika Anda sedang berada dalam kondisi yang penuh dengan kesibukan. Renungkan 1 ayat selama kurang lebih 7 menit di sela-sela waktu kosong yang sempit. Usahakan ambil ayat pada bagian yang bukan narasi dan usahakan pada perikop yang konteks alkitabnya kita mengerti.

Cara ini janganlah dilakukan selama 1x saja dalam sehari namun lakukan sampai 5x. Waktu kosong sebentar pasti ada, tinggal bagaimana Anda memanage agar bisa memanfaatkannya untuk bersaat teduh. Ide ini saya dapatkan dari link ini.

5. Melakukan Penyembahan dan Puji-pujian
Kita dapat melakukan saat teduh dengan berdoa, merenungkan Firman Tuhan dan membaca alkitab. Selain itu, kita juga dapat memberi puji-pujian kepada Tuhan sebagai wujud rasa syukur kita kepada Yesus yang sudah mati buat kita.

Nyanyikanlah lagu-lagu Kristen Indonesia maupun barat. Anda juga dapat menyanyikan kitab mazmur sambil meresapi apa yang sedang dialami oleh penyair pada saat itu. Kitab Mazmur berisi berbagai emosi yang diungkapkan oleh Daud yang sangat mungkin dapat terjadi pada diri kita saat itu.

6. Menulis Buku Perjalanan Rohani Anda
Bagaimana jika Anda mencatat pengalaman rohani Anda pada hari itu di sebuah buku? Kedengarannya adalah hal-hal yang baru bukan? 

Anda boleh mencatat apa saja berkat-berkat yang Anda peroleh hari itu. Bahkan dosa-dosa yang Anda lakukan juga boleh dicatat dengan gaya atau style Anda sendiri.

Tulislah seperti Anda curhat kepada Tuhan, bukan dengan kalimat baku kecuali Anda yang memang terbiasa dengan itu.

Selain curhat, Anda juga dapat membuat surat cinta kepada Tuhan layaknya relasi suatu pasangan. Bagi yang ingin meminta atau memohon kepada Tuhan, boleh membuat catatan seperti format surat permohonan.

Bentuk tulisan tidak menjadi masalah yang penting adalah Anda terbuka dan mau menceritakan pengalaman atau keluh kesah yang dialami.

7. Mengganti Buku Renungan yang Lain
Biasanya ketika kita menggunakan suatu buku renungan dan terbiasa dengannya maka kita jarang untuk menggunakan buku renungan yang baru.

Suatu buku renungan akan memiliki kerangka penulisan yang sama dan akan berulang-ulang. Misalnya: cerita, Firman Tuhan, kaitan cerita dengan Firman Tuhan dan pertanyaan refleksi. Namun kerangka penulisan tiap buku renungan berbeda-beda sehingga jika merasa bosan atau perlu sesuatu yang baru untuk saat teduh Anda maka Anda dapat menggunakan buku renungan lainnya. Dijamin Anda akan lebih aware, merasa lebih fresh dan mempelajari banyak hal baru. 

Berikut adalah buku-buku renungan yang beredar di Indonesia:

Manna sorgawi
Renungan harian
Daily bread
Khusus wanita
dan sebagainya

8. Membaca Buku yang Ditulis secara Harian
Sekarang ini banyak sekali buku yang ditulis untuk dibaca secara harian. Ada yang ditulis untuk 365 hari, 40 hari atau 30 hari. Kerangka penulisannya lebih bebas, tidak kaku seperti renungan harian dan lebih memiliki kesan seperti membaca buku. Metode seperti ini mengajarkan kepada kita untuk membaca buku secara rutin dan terus menerus, bukan baca sekaligus terus selesai dalam satu hari.

Pengalaman membaca buku Kristen harian akan berbeda dengan membaca buku saat teduh. Buku saat teduh cenderung berisi singkat tetapi buku Kristen harian isinya lebih panjang dan lebih detail. Tidak ada salahnya untuk mencoba.

Berikut adalah contoh beberapa buku Kristen harian yang dapat digunakan:
buku-buku Joel oesteen. Yang saya ingat hanya buku Joel Oesteen, namun di toko buku Visi maupun Gramedia Anda memiliki opsi yang lebih banyak.

9. Saat Teduh Bareng
Saat teduh memang biasa dilakukan sendiri-sendiri. Kali ini cobalah hal yang berbeda yaitu dengan melakukannya bersama mahasiswa kristen. Cara ini sangat jarang ditemukan di kehidupan anggota gereja, namun inilah uniknya pelayanan mahasiswa!

Retreat adalah kondisi yang mendukung saat teduh bersama. Di sana Anda dapat bertukar pikiran dan lebih memahami apa maksud dan kehendak Allah atas hidup kita.

Namun tidak hanya terbatas di retreat saja, Anda juga bisa melakukannya di hari biasa dengan menginap di kos teman dan melakukan saat teduh bersama pagi harinya.Yang pastinya dilakukan dengan sesama jenis. 

Saat teduh bareng akan sepenuhnya berbeda jika dilakukan bersama. Kita mampu berdiskusi dan sharing terhadap pergumulan masing-masing. Ini juga mengajarkan kita untuk tidak lupa mendoakan dan mendukung sesama orang percaya lainnya, pmk dan kampus.

Tidaklah bijak jika melakukan saat teduh bareng secara terus menerus karena yang diinginkan Tuhan adalah diri kita sendiri yang datang dan berinteraksi kepada-Nya. Yang Ia inginkan adalah kita berelasi dengan-Nya secara pribadi sehingga saat teduh bareng cocok hanya dilakukan sekali-kali.

10. Tangan ke atas Tangan ke bawah
Ketika Anda bersaat teduh, seringkali yang direnungkan dan didoakan adalah pergumulan hidup dan permintaan kepada Tuhan. 

Metode saat teduh dengan gerakan ini boleh saja dilakukan. Tangan mengarah ke bawah dan katakan apa yang menjadi beban hidup Anda. Tangan ke bawah berarti kesediaan melepaskan sesuatu. Yang dilepaskan adalah dosa-dosa, masalah-masalah dan sebagainya. Kemudian tangan menghadap ke atas. Katakan permintaan Anda kepada Tuhan. Lakukanlah berselang-seling.

Setelah itu renungkanlah apakah kita lebih banyak meminta atau mau melepaskan dosa-dosa kita. Apakah permintaan kita didorong oleh keinginan duniawi semata? Apakah kita menikmati dosa-dosa itu?

11. Memandang Masalah Sosial seperti Tuhan Yesus
Bacalah berita terkini yang sedang marak di kehidupan masyarakat. Biasanya beritanya cenderung bersifat negatif. Renungkan dan tanya kepada Yesus, apa yang akan Ia lakukan jika berada dalam kondisi demikian.
Catat dan buat komitmen, jikalau Anda suatu hari juga menghadapi kondisi seperti demikian maka Anda juga harus melakukan seperti yang akan Tuhan Yesus lakukan.

12. Gunakan Peta
Kebanyakan orang Kristen tidak terlalu mengetahui lokasi-lokasi kota di peta Alkitab. Bersaat teduh menggunakan peta adalah dengan menikmati perjalanan suatu bangsa atau tokoh di Alkitab dengan memikirkan rencana Tuhan yang besar bagi mereka. 
Setiap tempat yang disebut kebanyakan terdapat suatu makna yang berkesan bagi tokoh di cerita tersebut. Bersaat teduh mengunakan peta dapat dilakukan pada narasi seperti bangsa Israel, perjalanan Tuhan Yesus dan Rasul Paulus.


13. Ada Udang di Balik Bakwan
Salah satu hal yang dapat memotivasi kita untuk bersaat teduh adalah untuk kebaikan orang lain pula. Setelah bersaat teduh, maka buat atau kutiplah sepenggal kalimat yang baik untuk dibagikan kepada rekan sepelayanan Anda, teman Anda yang baru percaya, atau kepada orang Kristen yang tidak Anda kenal.

Buatlah dalam kata-kata yang sederhana namun menggugah hati Anda juga boleh mengirimkan suatu link bermanfaat kepada orang tersebut.

Orang yang menerimanya tentu akan merasa senang karena merasa diperhatikan. Selain menjadi berkat bagi orang lain, bisa pula menular ke orang yang menerima. Lho, apanya yang menular? Tenang saja bukan penyakit yang menular tetapi kebiasaan baik yaitu membagikan ayat atau kalimat membangun kepada orang lain.

Orang lain dapat melakukan hal yang sama untuk membagikan ayat alkitab kepada orang lain. 

14. PA Naratif dan Induktif untuk Mahasiswa
Topik mengenai PA naratif dan induktif sendiri akan dibahas secara detail di blog tersendiri karena cara PA yang sebenarnya memakan waktu yang lumayan lama dan memberatkan.

PA bisa menjadi suatu bentuk saat teduh karena di sini kita belajar untuk menggali alkitab dan mencari apa yang menjadi kehendak Tuhan.

Alkitab berisi banyak sekali nasehat-nasehat yang baik dan sesuai kehendak Tuhan, mempelajari satu per satu secara berkala akan menguatkan kita di dalam pengenalan akan Tuhan.

Cara PA untuk mahasiswa dapat dimulai dengan:
1. Mencari berbagai perikop di alkitab yang dapat dilakukan PA
2. Memilih satu perikop di alkitab yang akan diPA-kan
3. Membaca kemudian tarik beberapa kebenaran-kebenaran, tuliskan dan renungi.
4. Kaitkan kebenaran dengan diri kita dan tanyakan apa yang Tuhan mau saya lakukan.

Tentu saja PA yang lengkap tidak akan seperti itu namun untuk awal-awal dapat menentukan metode seperti itu.

Seiring berjalannya waktu, semakin kita terbiasa dengan metode tersebut maka kita boleh memperlengkap elemen-elemen dalam PA.

15. Digital Devotion

Alias saat teduh dengan bantuan perangkat digital seperti pc, smartphone dan sebagainya. Berkembangnya teknologi informasi memudahkan kita dalam mengakses informasi apapun. Salah satunya adalah kita bisa berlangganan renungan kristen atau bahan saat teduh dari web-web tertentu. Konten-konten yang disajikan fresh dan menarik.

Selain itu terdapat pilihan berlangganan atau subscribe dengan cara memasukkan nama dan alamat email kita maka setiap hari web tersebut akan mengirimkan.bahan sate kepada kita. Keuntungannya adalah kita akan terus diingatkan untuk bersaat teduh jika sempat bolos saat teduh.

Meskipun saat teduh digital dapat menjadi hal yang baik, tetap dianjurkan agar kita semua menggunakan Alkitab fisik ketika bersaat teduh. Alasannya cukup sederhana, karena di gadget/laptop banyak hal yang dapat mendistraksi Anda sehingga tidak fokus bersaat teduh. Boleh terus-terusan pake gadget/laptop ketika bersaat teduh jika isinya cuma Alkitab :).

16. Konkordansi Alkitab
Konkordansi adalah suatu buku yang berisi kata-kata kunci dalam Alkitab di mana pada setiap kata kunci tersebut akan diberikan ayat-ayat yang mengandung kata tersebut. Konkordansi alkitab sangat berguna untuk Anda yang ingin mencari suatu ayat tetapi tidak tahu di mana ayat tersebut dengan syarat Anda tahu kata-kata kunci/penting di ayat tersebut.

Carilah suatu hal yang ingin Anda renungkan misalnya "kasih". Jika tidak memiliki konkordansi Alkitab maka dapat menggunakan sabda.org . Setelah selesai mencari maka, nanti akan muncul seluruh ayat yang mengandung kata "kasih". Setelah itu bacalah beberapa dan bandingkan, tarik kesimpulan, ambil apa yang dapat Anda lakukan sebagai komitmen. Anda akan terkesima ketika membaca satu-satu seluruh ayat yang muncul tersebut. Contoh tampilan konkordansi alkitab di sabda.org untuk kata kunci "kasih".



Anda juga dapat menggunakan konkordansi Alkitab ini sebagai alat untuk mencari ayat yang ingin Anda cari atau beri kepada orang lain yang dikasihi.

17. Tema Terfokus
Pada hari tertentu Anda boleh bersaat teduh untuk event-event besar seperti akan melayani di KKR. Fokuslah berdoa dan bersaat teduh mempersiapkan diri Anda untuk melayani.
Tema lain juga boleh dilakukan seperti untuk situasi politik tertentu, terdapat bencana di belahan dunia lain, suatu negara, mendapat keluarga baru dan masih banyak tema lain yang dapat dipakai.

Tema tersebut akan memberi warna tersendiri dalam saat teduh Anda, menjadikannya sebagai hal yang tidak membosankan dan semakin mengena.

18. Bermain Saat Teduh
Buatlah saat teduh seperti suatu permainan yang ada levelnya. Level tersebut adalah komitmen-komitmen yang baru.
Setiap bersaat teduh, buatlah suatu komitmen yang baru yang baik dan bermanfaat untuk pertumbuhan rohani kita. Pada komitmen tertentu yang sudah kita jalani dengan setia, berikan reward untuk diri sendiri. Reward berupa hal-hal yang berguna untuk kita bukan hal yang diinginkan semata.

Semakin banyak komitmen yang dipegang teguh maka buat tingkat kesulitan semakin bertambah layaknya level dalam suatu permainan. Niscaya, bersaat teduh akan menjadi perjalanan pengudusan yang menyenangkan.

19. Flashback Jurnal Perjalanan Rohani
Setelah setahun menulis jurnal perjalanan rohani saat teduh kita maka sesekali kita dapat melihat jurnal tersebut dan.bersyukur untuk proses yang Tuhan berikan kepada kita. 
Evaluasilah diri kita sendiri apakah sudah mengalami pertumbuhan rohani atau tidak. 

Buatlah komitmen baru untuk target-target yang ingin dicapai pada tahun berikutnya. Bila ada kegagalan, tetap bersyukur dan berjanji kepada Tuhan untuk memperbaikinya.

20. You Name It
Kontribusi Anda sangat berharga bagi kami manajemenpmk . Kami yakin Anda memiliki suatu pengalaman unik, seru, atau bahkan AMAZING dalam bersaat teduh. Sharingkanlah di komentar di bawah artikel ini. Sekali lagi saya katakan. Kontribusi Anda sangatlah berharga dan jelas bisa menjadi berkat bagi mahasiswa Kristen di kota lain yang Anda tidak kenal sama sekali dan jauhnya ratusan mil. Semoga tidak ada yang bercerita kalau dia bersaat teduh bareng sambil main capsa yaa :D.


Dengan bantuan Roh Kudus dan atas seijin Tuhan saja, manajemenpmk boleh memberikan artikel dengan konten yang baik dan bermanfaat bagi Anda sekalian. Kiranya artikel 20 cara bersaat teduh kreatif ini dapat membantu Anda agar tetap bersemangat di dalam bersaat teduh dan terus bertumbuh di dalam-Nya. 


Soli Deo Gloria!


Tentang Penulis Manajemen PMK


Penulis lahir baru sejak berada di bangku sekolah SMA di Methodist-2, Medan. Aktif di pelayanan gereja sampai memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi di bangku kuliah.

Lahir di Cianjur, 12 Mei 1989,Penulis berkuliah di Universitas Kristen Maranatha tahun 2008, mengambil jurusan Teknik Industri. Di sinilah, penulis pertama kali bertemu dengan pelayanan mahasiswa dan 2 tahun menjadi pengurus PMK sebagai Sekretaris dan Bendahara serta mengikuti berbagai kepanitiaan lainnya. Penulis sampai sekarang masih berhubungan dengan pengurus maupun anggota PMK angkatan sekarang.

Di sela-sela waktu penulis memiliki hobi menulis, membaca, bermain game dan bermain musik. Setelah lulus S1, kemudian menyelesaikan S2 Ilmu dan Teknik Material di Institut Teknologi Bandung

Penulis berharap agar manajemen PMK bisa menjadi tangan perpanjangan dari Tuhan untuk membantu seluruh pelayanan mahasiswa (PMK dan KMK) di seluruh Indonesia.