10 Tokoh Paling Hina dan Kado Natal Mereka


1. ORANG-ORANG MAJUS
"God’s Grace upon Genius Gentiles"

courtesy of jesuswalk.com


Orang-orang majus dari Timur adalah cendekiawan di masanya. Mereka diketahui berasal dari Persia dan menganut kepercayaan Zoroaster. Jelas bahwa mereka bukanlah orang Yahudi yang mengenal Allah yang sesungguhnya. Mereka adalah orang kafir dari sudut pandang orang Yahudi saat itu. 

Bagi orang Yahudi, mereka menganggap diri mereka adalah bangsa pilihan, paling dikasihi oleh Tuhan, paling dekat dengan Tuhan, memiliki hubungan yang khusus dengan Yang Maha Kuasa. Tak heran orang Yahudi tidak ingin bergaul dan menjauhkan diri dari orang-orang kafir di zamannya seperti orang Yunani, Romawi dan lainnya termasuk dari negeri lain.

Walaupun orang-orang majus adalah orang kafir, mereka mendapatkan anugerah yang luar biasa dari Tuhan Allah orang Yahudi. Hanya mereka orang kafir yang diberi petunjuk tentang Mesias yang akan datang dan mengerti akannya. Petunjuk Allah yang tampak melalui bintang natal memberikan mereka suatu dorongan untuk datang dan menyembah Raja yang baru lahir tersebut.

Anugerah yang diberikan Tuhan kepada orang-orang majus menunjukkan bahwa Yesus datang ke dunia bukan hanya untuk orang Yahudi saja tetapi kepada orang non Yahudi juga dan hal ini jelas dan konsisten dinyatakan dalam amanat agung Tuhan Yesus ketika hendak naik ke sorga. Matius 28:19-20,”Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” 

Kata “semua bangsa” menunjukkan tidak ada lagi perbedaan antara Yahudi dengan non Yahudi. Momen orang majus tersebut sejalan dengan rencana yang dinyatakan-Nya. Orang majus yang dianggap orang Yahudi hina kini dimuliakan oleh Tuhan karena iman mereka.


2,3. ZAKHARIA dan ELISABET
"Old Impotent Couple"

courtesy of blessedcelebration.com
Zakharia adalah seorang imam yang melayani di bait suci dan ia bukanlah imam penting pada saat itu. Ia sudah lanjut umurnya. Lalu di mana sisi kehinaan yang dipandang oleh orang Yahudi pada saat itu? Lukas 1:7 menyebutkan ,”Tetapi mereka tidak mempunyai anak, sebab Elisabet mandul dan keduanya telah lanjut umurnya.” Ayat tersebut memang terasa datar dan seakan-akan hanya memberikan informasi tambahan. Akan tetapi dari ayat tersebut, tersirat ada pergumulan berat yang dihadapi oleh pasangan Zakharia dan istrinya Elisabet

Mereka tidak memiliki anak dan dalam kehidupan masyarakat Yahudi, orang yang tidak memiliki anak berarti tidak diberkati oleh Tuhan atau dengan kata lain dikutuk. Orang Yahudi biasa yang mandul mungkin akan biasa-biasa saja namun Zakharia adalah seorang imam. Hanya karena mandul, masyarakat dapat beranggapan bahwa Zakharia bukanlah imam yang baik. 

Di situlah letak kehinaan Zakharia dan Elisabet di pandangan masyarakat orang itu. Meskipun demikian, Tuhan memiliki rencana yang indah untuk pasangan yang mandul ini. Hebatnya hadiahnya adalah seorang anak. Bukan seorang anak seperti umumnya melainkan seorang yang akan menyiapkan jalan bagi Sang Mesias. Anak itu kelak akan dikenal sebagai Yohanes Pembaptis, orang yang membaptis Yesus di sungai Yordan. 

Tiada pasangan yang lebih bersukacita melihat anaknya boleh melakukan pelayanan yang sungguh mulia. Saya pribadi yakin masyarakat yang tadinya berpandangan negatif terhadap Zakharia dan Elisabet akan takjub dan terkesima apalagi melihat anaknya adalah seorang yang saleh dan terpandang. Kado natal mereka sungguh tak ternilai harganya.

4,5. YUSUF DAN MARIA
"Engagement’s Pregnancy"

Yusuf adalah seorang tukang kayu dan seorang yang baik-baik. Pada suatu hari ketika ia sudah bertunangan dengan Maria namun belum menikah, ditemukannya bahwa Maria sudah mengandung. Yusuf yang belum pernah bersetubuh dengan Maria lantas heran dan sangat terkejut mendengar berita tersebut. Di mata masyarakat, ia akan dituduh berzinah dan harus menghadapi hukuman dari perzinahan yaitu dibawa keluar dari daerah, diperlihatkan kepada orang banyak dan dirajam sampai mati.

Meskipun bukan Yusuf yang membuat Maria hamil. Keluarga Maria tetap akan menganggap bahwa Yusuf bukanlah orang yang dapat dipercaya. Begitu pula keluarga Yusuf sendiri merasa malu akibat peristiwa tersebut. Mana mungkin seorang perempuan dapat hamil dengan sendirinya!? Dalam cerita Alkitab sebelumnya juga belum pernah ada kejadian seorang perawan dapat hamil. 

Tantangan Yusuf begitu beratnya sampai-sampai ia terpaksa harus diam-diam menceraikannya karena ia tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama Maria di muka umum. Matius 1:19.

Di posisi Maria, kala itu ia bertemu dengan seorang malaikat yang bernama Gabriel di rumahnya sendiri. Malaikat itu memberitakan bahwa Maria akan mengandung dan dibuahi oleh Roh Kudus. Kata yang diucapkan Maria sebagai penutup perjumpaan itu adalah Lukas 1:38,”Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Pertanda bahwa Maria akan mematuhi kehendak Allah.

Sebuah momen yang indah karena seorang Maria dapat bertemu dengan malaikat, namun momen indah tersebut tidak dibarengi dengan perjalanan hidup berikutnya yang mulus. Ia mengalami pergumulan yang sangat berat sesudahnya. Bagaimana ia akan memberitahu perkara ini kepada suaminya? Yusuf akan lebih percaya jika Maria telah berzinah dengan orang lain dibandingkan cerita yang sebenarnya. Alkitab tidak menjelaskan dengan rinci bagaimana pergumulan Maria, namun jika dibayangkan maka keluarganya pun akan geleng-geleng kepala melihat apa yang terjadi dengan Maria. 

Belum lagi, Maria dapat terancam akan membesarkan anak tanpa Ayah karena pada saat itu Yusuf hendak menceraikannya secara diam-diam, meskipun akhirnya hal tersebut dicegah oleh malaikat.
courtesy of osv.com
Maria yang memposisikan dirinya sebagai hamba Tuhan mengerti benar bahwa pergumulan seberat apapun harus ia jalani dan ia tidak boleh ingkar. Sampai tidak ada seorangpun yang ingin berinteraksi dengannya, ia tetap harus menjalankan tugas dari Tuhan. 

Pergumulan yang berat tersebut akhirnya terbayarkan pada saat momen kelahiran Tuhan Yesus. Sukacita Yusuf dan Maria tidak hanya berakhir pada kelahiran Yesus namun begitu pula ketika Yesus bertumbuh sampai menjadi dewasa. Yesus membantu Yusuf bekerja menjadi tukang kayu sampai berusia 30 tahun. Yesus tidak langsung melakukan pelayanan ketika sudah beranjak dewasa namun Ia mementingkan keluarga-Nya terlebih dahulu dengan mencari nafkah. Inilah kado natal untuk kedua pasangan yang setia kepada Tuhan.


6. HANA
"The Old Widow Prophet"

Hana adalah seorang nabi yang kisahnya dapat dibilang sangat tragis. Ia hanya hidup bersama suaminya selama tujuh tahun dan harus hidup menjadi janda sampai berusia delapan puluh empat tahun. Jika dihitung-hitung ia hidup menjanda sekitar lima puluh sampai enam puluh tahun. Suatu jangka waktu yang tidak singkat.

courtesy of myartprints.co.uk
Tidak hanya menjanda. Hana adalah potret seorang wanita yang tidak memiliki keluarga untuk menunjang hidupnya, tidak memiliki uang, tidak lagi memiliki suami sehingga ia setiap hari tinggal di bait Allah. Salah satu tempat di mana ia dapat memperoleh belas kasihan dari orang lain agar dapat bertahan hidup. Ia setiap hari berpuasa dan berdoa dan tidak pernah meninggalkan bait Allah.
Sungguh merupakan perjalanan hidup yang sangat berat dan di mata masyarakat Hana adalah seorang yang sangat kurang beruntung dan pastinya orang-orang pada zaman itu tidak ingin seperti Hana. Hana sendiri tidak dapat berbuat apa-apa sehingga ia menggantungkan sepenuh hidupnya kepada Tuhan.

Puluhan tahun menanti, akhirnya tibalah kado natal bagi janda yang setia ini. Lukas 2:38,”Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.” Lihatlah besarnya sukacita Hana ketika berjumpa dengan bayi Yesus. Ia bahkan bersaksi tentang Yesus kepada seluruh orang yang dijumpainya. Ia juga adalah seorang penginjil mula-mula yang tekun mengabarkan injil kepada setiap orang. 

Awalnya adalah orang yang kurang beruntung dan sepertinya tidak memiliki berpengharapan, namun ia dalam sekejap bertransformasi menjadi orang yang bersemangat dan bersukacita terhadap kabar baik dari Tuhan. Hanya orang yang benar-benar bersukacita yang memiliki motivasi untuk menceritakan tentang suatu hal kepada semua orang. 

7. SIMEON
"Waiting Death and Messiah"

Simeon adalah seorang yang benar dan saleh di hadapan Tuhan. Ia sudah tua dan hanya perlu menyelesaikan satu pekerjaan terakhirnya sebelum pulang ke rumah Bapa. Tugasnya adalah menanti kedatangan Mesias dan bernubuat tentang-Nya. Berita ini diberitahu oleh Roh Kudus secara khusus.
Penantiannya mungkin adalah penantian terpanjang dan terbesar. Di dalam suatu tradisi yang belum teruji kebenarannya secara alkitabiah terdapat pernyataan bahwa Simeon tetap hidup dan tidak mati sampai berusia 200 tahun sampai dia bertemu Yesus.

courtesy of youtube
Hidup selama itu dengan tubuh yang sudah tua akan sangat memberatkan keseluruhan kehidupannya karena akan dicap aneh oleh orang-orang sekitarnya. Ia sudah lama hidup tetapi tidak mati-mati. Namun penantian yang lama segera lunas terbayar ketika ia menyaksikan Mesias yaitu Anak Allah yang adalah juruselamat itu datang ke Bait Allah. Simeon langsung menyambut dan menatang-Nya sambil memuji Allah. 

Ia jugalah yang akan memberitahukan bahwa orang Israel akan selamat dan sebagian lain tidak selamat. Lukas 2:34,”Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan dan membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan.”

Kesetiaan Simeon tidak goyah sampai ia menjadi sangat tua dan lemah. Puji Tuhan!

8. GEMBALA
"Witnesses of The Most Spectacular Choir on Earth"

Pekerjaan gembala pada saat ini dapat disamakan dengan profesi petani di Indonesia. Dalam pikiran kita, profesi petani adalah profesi yang tidak terlalu menjanjikan, pekerjaannya kasar, teknologi yang digunakan masih sederhana dan memiliki resiko gagal panen. Singkatnya pekerjaan petani adalah pekerjaan kelas bawah. Begitu pula halnya dengan pekerjaan gembala pada saat itu. Gembala kebanyakan bukanlah pemilik dari hewan ternak yang digembalakannya melainkan milik tuannya.

Tugas gembala tergolong berat karena terkadang harus berhadapan dengan binatang buas yang hendak memangsa domba kambing tuannya. Golongan pekerjaan kelas bawah ini tidak dipungkiri bukan menjadi pekerjaan favorit orang Yahudi pada masa itu. 

courtesy of hilltoshepherd.wordpress.com
Meskipun termasuk golongan bawah, anugerah yang Tuhan limpahkan kepada mereka sungguh spesial dan terkhusus hanya untuk para gembala di Efrata. Lukas 2:14 menyatakan,”Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya: Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan bagi-Nya.” 

Puji-pujian terindah yang belum pernah dinyanyikan disaksikan secara eksklusif oleh gembala saat itu.  Tidak ada suatu konser atau puji-pujian manusia yang dapat menandinginya. Kegirangan yang dialami dan dirasakan oleh Gembala-gembala membuat mereka langsung menuju Betlehem dan secara langsung menyaksikan bayi Yesus yang baru lahir di palungan. Rangkaian kedua peristiwa spektakuler tersebut semakin membuat para gembala yakin. Yakin bahwa Mesias telah datang ke dunia. Yakin bahwa kedamaian telah datang ke dunia yang kacau. Yakin bahwa Allah menunjukkan kasih-Nya yang ajaib.

Status sosial yang rendah tidak berarti tidak dipakai oleh Tuhan. Melalui para gembalalah, semua orang Yahudi dapat mendengar kabar baik bahwa Mesias telah datang ke dunia. Merekalah penginjil mula-mula!

9. TUHAN YESUS
"GOD’S GREATEST GIFT TO HUMANITY"

courtesy of channelingerik.com
Tiada manusia yang lebih rendah dibandingkan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus yang adalah 100% manusia dan 100% Tuhan, dalam Filipi 2 : 6-7,”yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” adalah bukti nyata Ia merendahkan diri secara penuh, tidak tanggung-tanggung, tanpa kompromi.

Anggapan orang Israel pada waktu itu Mesias yang akan datang adalah seseorang yang akan membebaskan mereka dari jajahan bangsa Romawi, seorang yang kuat, taat hukum taurat, memiliki kemampuan politik dan militer sehingga mampu memimpin bangsa Israel melawan bangsa Romawi dan seterusnya. 

Yesus sendiri? Dia adalah seorang anak tukang kayu, lahir dari keluarga miskin, lahir dalam kondisi orang tua yang belum menikah dan lebih ekstrimnya lagi adalah lahir di kandang binatang yang hina. Sungguh kondisi yang bertolak belakang dengan isi pikiran orang Israel. Orang Israel akan membayangkan Mesias akan lahir dari keturunan raja di istana yang megah dengan segala kemewahannya. Mereka akan sulit sekali percaya Mesias lahir di palungan. Orang biasa saja tidak mungkin lahir di kandang binatang.

Kelahiran seorang Raja, juruselamat manusia hanya diperingati oleh Yusuf Maria, gembala -gembala dan  binatang yang ada di kandang. Miris sekali karena bukan orang-orang yang dipandang terhormat seperti ahli taurat, raja, orang kaya pada masa itu yang pertama kali merayakannya. Orang-orang kecillah yang menjadi saksi hidup kelahiran Yesus. Melalui Yesuslah, manusia yang berdosa, gambar Allahnya telah rusak dan hubungan dengan Allah rusak, kini diperdamaikan dengan Allah. Yesuslah yang paling berharga di dunia ini dan ketika seseorang telah memiliki Yesus sebagai juruselamat, bagi dia yang lainnya adalah sampah.

Secara langsung kado natal untuk Tuhan Yesus tidak ada sama sekali, justru Ialah kado natal bagi semua orang. Di sinilah letak kesungguhan Tuhan Yesus di dalam menjalankan kehendak Tuhan. Yesus yang dipandang hina oleh orang kebanyakan pada saat itu justru ditinggikan dan ditempatkan di tempat yang mahatinggi oleh Allah Bapa.

10. ORANG PALING HINA KESEPULUH
"is the person who knows you in and out"

Awalnya ketika menulis blog ini, hanya ada 9 tokoh paling hina namun setelah merenung sejenak, maka saya sadar bahwa saya juga adalah orang yang hina yang ikut merayakan hari natal. Diri kita masing-masing adalah orang berdosa, tidak layak mendapat pengampunan oleh Tuhan, patut dihukum dan dijebloskan ke neraka. Itulah keadilan Tuhan. Namun orang paling hina kesepuluh ini juga mendapat kado natal dari Tuhan sendiri.

Kado natal kita adalah Tuhan Yesus yang rela turun dari tahta-Nya untuk melayani orang-orang berdosa. Manusia tidak perlu lagi memberikan kurban kepada imam di bait Allah untuk menghapus dosa. Tuhan Yesuslah yang akan menghapuskannya. Kita bak hamba-hamba yang dijual di tempat penjualan budak dan Tuhan Yesus datang menebus dan menjadikan kita hamba-Nya. Tidak ada lagi perbedaan antara orang Yahudi dengan non Yahudi. Semua bangsa adalah bangsa pilihan Tuhan. Inilah kasih Allah yang tidak terbatas dan tidak bersyarat.

Maka hendaklah kita senantiasa mengucap syukur karena anugerah-Nya yang luar biasa telah dicurahkan atas kita sehingga status kita yang sebenarnya adalah manusia berdosa diubah menjadi orang kudus, anak Allah, sahabat Allah, hamba Tuhan, umat pilihan, manusia baru, orang suci dan imam Allah.

Haleluya! Puji Tuhan!




Dari manajemenPMK, mengucapkan SELAMAT NATAL 2014 dan TAHUN BARU 2015!
jangan lupa follow twitter @managerPMK dan berlangganan postingan manajemenPMK GRATIS di kolom sebelah kiri. Tuhan memberkati.

No comments:

Post a Comment